Simak, Cara Menanam Durian agar Buahnya Lebat Halaman all

Table of Contents

Cara menanam durian

Simak, Cara Menanam Durian agar Buahnya Lebat Halaman all

Cara Menanam Durian: Perawatan, Jarak, Pupuk, Bibit, dan Jenis – Sebelum kita membahas tentang menanam buah, mari kita cari tahu apa itu durian dan dari mana asalnya. Durian merupakan salah satu jenis nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan juga merupakan nama buah yang dapat dimakan. Nama ini berasal dari karakteristik kulit keras dan lekukan tajam menyerupai duri. Gelar populernya adalah “raja segala buah” (king of fruit). Durian merupakan jenis buah yang kontroversial, meski kebanyakan orang menyukainya, namun ada juga yang malah jijik dengan bau atau aromanya.

Cara Menanam Durian
1. Pengolahan tanah

Lahan dibersihkan dari rerumputan, sisa-sisa penebangan dan gulma, kemudian dicangkul atau dibajak.
Saluran drainase kami harus diletakkan di sekitar taman untuk menghindari genangan air.
Kegiatan pengolahan lahan kami lakukan sebelum musim hujan tiba.

2. Budidaya durian

Jarak tanam 10 x 10 m untuk jenis yang ditanam awal dan 12 x 12 m untuk jenis durian sedang dan dalam.
Lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi tanah, galian humus (20 cm) dipisahkan dari galian subsoil dan 2-3 minggu.
Lubang tanam ditutup kembali, tanah galian pertama dicampur dengan +30 kg/lubang pupuk organik/kompos.
Penanaman dilakukan pada awal musim hujan pada sore hari agar bibit yang ditanam tidak terkena sinar matahari secara langsung.
Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat pada batang kayu/bambu agar tanaman dapat tumbuh tegak.
Benih yang ditaburkan harus dinaungi untuk menghindari sengatan matahari yang parah. Naungan dapat dipecah setelah tanaman berumur 3-5 bulan.
Tanah di sekitar tanaman perlu ditutup dengan jerami/jerami sebagai mulsa agar kelembaban tanah dapat stabil.

3. Perawatan durian

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman (1 m dari batang pohon) dan mengganggu pertumbuhan tanaman.
Menuangkan apa yang harus dipertimbangkan:

Fase awal pertumbuhan adalah penyiraman setiap pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh direndam (terlalu basah) terlalu lama.
Kebutuhan air pada masa vegetasi 4-5 L/hari dan pada masa produktif 10-12 L/hari.
Setelah tanaman berumur satu bulan, mereka disiram 3 kali seminggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan, karena kekurangan air dapat menyebabkan hilangnya buah.
Tanaman durian membutuhkan banyak air setelah panen karena dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi tanaman kembali normal.

Pemupukan tanaman yang belum berbuah dilakukan dengan dosis
Pemupukan NPK (15:15:15) dilakukan dua kali dalam setahun dengan dosis sebagai berikut:

Tanaman umur 1 tahun, dosis pupuk NPK 40-80 g/pohon/tahun.
Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150-300 g/pohon/tahun.
Tanaman umur 3-4 tahun, dosis pemupukan NPK 400-600 gr/pohon/tahun.

Pupuk organik/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.
Pemupukan pada tanaman yang sudah berproduksi/berbuah dengan dosis tunggal/pohon

Setelah pemangkasan 40-60 kg pupuk organik, 670 g urea, 890 g SP-36, 530 g KCl
Saat pucuk mulai menua, Urea 335 g, SP-36 445 g, KCl 265 g
Dua bulan setelah pemupukan kedua, urea 180g, SP-36 650g, KCl 150g
Saat bunga muncul, 45g Urea, 225g SP-36, 100g KCl
Sebulan sebelum panen 180 gr urea, 650 gr SP-36, 150 gr KCl.

Cara budidaya durian

Di sekeliling tanaman dibuat parit yang diameternya disesuaikan dengan lebar pucuk pohon. Kedalaman parit adalah 20-30 cm, dan cangkul disisihkan di sepanjang tepinya. Setelah pupuk terdistribusi secara merata di dalam parit, tanah dibawa kembali menutupi parit dan diratakan. Jika tanahnya kering, segera sirami.

Sumber :